Rabu, 24 Februari 2010

Resume Softswitch

Circuit switch Vs Softswitch
CS: Solutions come from a single vendor that supplied everything in one proprietary box:
software, hardware and applications
Customers were locked-in to their vendor—no room for innovation, expensive to implement and maintain

SS: Solutions can come from multiple vendors, at all levels who supply open standards-based products
Customers are free to choose best-in-class products to build their network.
Open standards enable innovation and reduce costs


Kategori link / jaringan:
1. LAN (Local Area Network), yaitu sebuah jaringan yang dibatasi oleh suatu area seperti sebuah lab,
perkantoran disebuah gedung atau sebuah sekolah dan jangkauan biasanya hingga 1 km.
2. MAN (Metropolitan Area Network), yaitu sebuah jaringan yang lebih besar dari pada sebuah LAN.
Jangkauan meliputi sebuah kota / wilayah tertentu.
3. WAN (Wide Area Network), yaitu suatu jaringan yang memiliki lingkup sangat luas
biasanya sudah menggunakan satelit ataupun kabel bawah laut, menghubungkan antar negara.
Sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK BNI ada yg di Indonesia ataupun yg ada di negaranegara lain.
Jaringan inipun dapat dikatakan sebagai internet.

Switching diperlukan untuk:
1. Bandwidth suatu saluran komunikasi, baik voice maupun data,
tidak akan termanfaatkan maksimal jika tidak disiasati dengan teknik switching
2. Tanpa switching, saluran akan terus terhubung meski sudah tidak terpakai.
3. Tanpa switching, biaya komunikasi jadi sangat mahal akibat monopoli pemakaian saluran

Prinsip circuit switch :
Menerapkan sebuah path komunikasi yang dedicated (permanen) antara 2 buah node.
Istilah yang sering digunakan untuk kondisi ini disebut Connection Oriented

Prosesnya melibatkan 3 tahap:
1. Circuit Establishment
2. Signal Transfer (mungkin analog voice, digitized voice, binary data)
3. Circuit Disconnect


Prinsip packet switch :
Dalam Packet Switching, data yang ditransmisikan dibagi-bagi ke dalam paket-paket kecil (<1500byte).
Jika source mempunyai message yang lebih panjang untuk dikirim,
message itu akan dipecah ke dalam barisan-barisan paket.
Tiap paket berisi data dari user (data informasi yang akan dikirimkan) dan header.
Header berisi minimal adalah info agar bagaimana paket bisa melalui jaringan dan mencapai alamat tujuan.

Senin, 22 Februari 2010

ALGORITMA CIRCUIT SWITCH

terdapat 2 macam Algoritma yang digunakan :
  1. Static Routing Algorithm
  2. Dynamic Routing Algorithm, algoritma dengan pendekatan yang memperhitungkan traffic yang terjadi pada jaringan
Dynamic Routing Algorithm dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu :
  • Alternate Routing

* memungkinkan perutean 2 end user standar

* setiap switch diberikan satu set table routing yang telah dibuat untuk setiap tujuan

* source menentukan table routing yang tepat

* pertama kali mencoba koneksi langsung (direct trunk connection)

» jika trunk sibut maka akan dipilih rute alternative lainnya


  • Adaptive Routing

* Memungkinkan switch untuk bereaksi terhadap perubahan pola lalu lintas

* Manajemen traffick yang lebih besar

* DTM (dynamic traffic management)

* Dikembangkan oleh Northern Telecom

* Menggunakan kontroler pusat untuk menemukan rute alternatif terbaik tergantung pada kemacetan di jaringan

Posisi Time Slot GSM Saat Melakukan Conference Call

Conference call adalah fasilitas sentral yang dimiliki oleh seperangkat perangkat telekomunikasi interaktif yang digunakan oleh lebih dari 2 pengguna untuk bisa saling mendengar dan berbicara satu sama lain secara bersama-sama.

Pada saat user menelpon atau ditelpon masing-masing user akan menduduki satu time slot tertentu. Pada saat terjadi hubungan conference call maka masing-masing user tersebut tetap menduduki time slot masing-masing tetapi pada sisi sentral akan dilakukan frekuensi maupun time hopping, sehingga setiap user dapat mendengar dan berbicara satu sama lain dalam group conference call tersebut.

NGN Architecture

Key consepts for NGN Architecture

* Separation between service and transport

* Personal and terminal mobility

* Resource and admission control

* QoS selection & control

* Accommodation of legacy terminals and systems

General principles of the NGN functional architecture

* Support for multiple access technologies

* Distributed control

* Open control

* Independent service provisioning

* Support for services in a converged network

* Enhanced security and protection

* Functional entity characteristics

Transport stratum functions

The transport stratum functions include :

* transport functions and

* transport control functions

Transport functions

* Provide the connectivity for all components and physically separated functions within the NGN.

* Provide support for the transfer of media information, as well as the transfer of control and management information.

Transport functions include :

- access network functions,

- edge functions,

- core transport functions, and

- gateway functions.

Transport control functions

The Transport control functions include :

* Resource and Admission Control Functions and

* Network Attachment Control Functions.

Some benefits of NGN

* Bandwidth Saving:

- 64 K compare to 8 kbps (ITU G.729)

Saving about 7/8 = 87,5 %

Increasing level of network optimization

* Footprint comparison for 36.000 line

- PSTN : SS = 13 racks : 1 rack

- 171.60 : 13.20 (converting for cost comparison)

* Power consumption

- PSTN : SS = 600 A : 24 A

- 62.40 : 4.80 (converting for cost comparison)

Sabtu, 20 Februari 2010

Bandwidth Limiter

Bandwidth limiter adalah software yang dapat kita gunakan untuk membatasi bandwidth koneksi untuk user pada suatu LAN atau WAN, jadi ini dimaksudkan supaya setiap user memperoleh bandwidth yang sama dengan aplikasi bandwidth limiter ini.
Untuk mendapatkan software pembatas bandwidth atau lebih dikenal dengan bandwidth limiter, bukan merupakan sebuah jalan yang mudah apalagi untuk pengguna operating system Windows. Kebanyakan tips yang diberikan oleh para master jaringan untuk melakukan pembatasan bandwidth adalah menggunakan Linux.

Rabu, 17 Februari 2010

RSVP (Resource Reservation Protocol)

RSVP (Resource Reservation Protocol) adalah sebuah resource reservation setup protocol yang didesain untuk diintegrasikan pada pelayanan internetworking. Protokol RSVP dipakai oleh host untuk meminta QoS dari jaringan untuk dipakai oleh aplikasi tertentu. RSVP juga dipakai oleh router untuk mengantar permintaan QoS ke semua node sepanjang jalur aliran data dan dipakai untuk membangun dan memelihara kondisi kanal. Sebuah aplikasi memerlukan RVSP untuk meminta end-to-end QoS yang spesifik untuk pengiriman data. RVSP bertujuan untuk secara efisien men-setup jaminan resouce reservation QoS yang dapat mendukung routing protocol unicast dan multicast dan dapat ditempatkan pada pengantara dalam group multicast yang besar.

Mekanisme protokol RSVP menyediakan fasilitas dalam pembuatan dan pemeliharaan reservasi pada path. RSVP mengirim dan mengontrol parameter QoS dan policy control sebagai data yang tertutup, kemudian melewatkannya ke modul policy control dan traffic control yang sesuai untuk penerjemahan.

Pada modul RSVP, di pengirim secara periodik mengirim pesan path RSVP yang menggunakan karakteristik aliran data untuk menjelaskan trafik yang dihasilkan oleh pengirim. Ketika modul RSVP di receiver menerima pesan Path,
aplikasi host penerima mengecek karakteristik aliran data yang diminta dan memberi keputusan apakah resource harus dipesan. Sesekali keputusan dibuat untuk meminta reservasi resource jaringan, aplikasi host mengirim permintaan ke modul RSVP lokal dalam setup/ penyusunan reservasi.Kemudian penerima modul RSVP membawa permintaan sebagai pesan Resv ke semua node sepanjang jalur data balik sampai menuju pengirim.


Wireless, Circuit Switch atau Packet Switch?

PLMN/mobile network memiliki keunggulan di luas cakupan, memiliki kemampuan bergerak dan memiliki kapasitas yang besar daripada jaringan wireline.Mode jaringannya diklasifikasikan dengan mode “circuit switch” dan “packet switch”. Jaringan akses publik yang komersial (layanan voice) menggunakan mode circuit switch, sedangkan jaringan private (layanan data) menggunakan mode packet switch dengan basis internet protocol (IP).

Contoh dari jaringan Wireless dengan mode circuit switch adalah GSM dan CDMA, sedangkan jaringan wireless dengan mode packet switch adalah GPRS, WLAN, UTRAN, E-UTRAN.
Dalam teknologi packet switching, koneksi ke jaringan hanya dilakukan pada saat ada data yang dikirim sekaligus dalam satu paket sehingga lebih efisien dibanding koneksi permanen pada teknologi circuit switching, serta memungkinkan kecepatan transmisi data yang lebih cepat.

Jika kita urut dari teknologi 2G sampai 4G, berikut klasifikasi penggunaan teknologi circuit switch dan packet switch di dalamnya:
  • 2G (GSM dan CDMA) menggunakan teknologi circuit switch, baik pada jaringan aksesnya maupun pada jaringan core-nya.
  • GPRS menggunakan teknologi packet switch. Karena semua informasi yang dikirimkannya berupa data yang nantinya akan dikirim dalam bentuk paket. Jaringan GPRS ini seluruhnya berbasis paket dan mengakomodasi data dan jaringan ini ditumpangkan ke jaringan GSM yang mengakomodasi voice.
  • UMTS atau 3G menggunakan teknologi circuit switch pada jaringan aksesnya, tetapi menggunakan teknologi packet switch pada jaringan core-nya.
  • LTE atau 4G sudah berbasis all-IP, jadi semua informasi yang dilewatkannya berupa paket. Bahkan voice juga akan dikirim dalam bentuk paket, menjadi paket VoIP.
Jadi, teknologi circuit switch dan packet switch digunakan dalam jaringan wireless, tergantung generasi ke-berapa yang kita tinjau.